POTRETRI007.COM - Medan. Judi toto gelap (togel) kode “NGL” kian hari semakin merambah luas di Sumatera Utara, dengan omzet mencapai ratusan Juta rupiah setiap minggu pun demikian, sejauh ini Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan sepertinya masih enggan menangkap bandar togel kode “NGL” tersebut.
Berdasarkan informasi dan penelusuran wartawan dilapangan, bandar togel kode “NGL” disebut-sebut berinisial KRD. KRD yang tinggal di seputaran Tanjunggusta itu juga dikabarkan memiliki sebuah Cafe mewah berikut doorsmeer yang letaknya berada tak jauh dari Pintu Tol Medan – Binjai.
“Pertama kali dia (KRD) buka togel dengan modal patungan di Taput. Lama kelamaan setelah omzet bertambah, akhirnya dia jadi bandar tunggal di Taput selama hampir dua tahun,” ungkap sumber. namun belakangan, setelah Kapolda Sumut dijabat Irjen Pol Drs. Martuani Sormin puluhan penulis togel KRD ditangkap anggota Jahtanras Polda Sumut.
“Sejak Martuani Sormin jadi Kapolda Sumut, semua KRD ditangkap Polda Sumut. Karna itukan kampung Kapolda. KRD sempat berhenti selama beberapa bulan,”jelas sumber. Selanjutnya, setelah berhenti beberapa bulan, diduga dari penghasilannta selama menjadi bandar tunggal di Taput KRD kembali merambah bisnis Judi togelnya di Labuhanbatu Selatan (Labusel)
Dalam menjalankan bisnis togelnya, dia (KRD) tidak bekerja sendiri, dia dibantu beberapa kordinator lapangan (Korlap), agen dan penulis tetap.
Untuk memuluskan bisnis togelnya tersebut, KRD punya pengawas lapangan yang khusus yang diduga memberikan siraman rohani hingga ratusan juta rupiah kepada aparat yang ada di wilayah hukum di tempat dia menjalankan bisnis togelnya.
Slogan Kapolda Sumut akan memberantas segala bentuk judi dan narkoba di Sumateta Utara bahkan diabaikan akibat diduga ulah segelintir oknum petugas bermental bobrok.
Pun demikian masyarakat Sumatera Utara yakin Kapolda Sumut akan memberantas segala bentuk perjudian, mulai dari Judi Togel, Judi ketangkasan tembak Ikan, dan Judi mesin jackpot.
“Kita yakin apa yang disampaikan Kapolda itu bukan slogan semata. Beliau pasti akan menangkap bandar togel “NGL”. Kita juga yakin Kapolda tidak tahu menahu permainan anggotanya yang menerima siraman rohani dari KRD,” ujar masyarakat.
Dari investigasi yang dilakukan dan penuturan warga sekitar, keenam lokasi yang dijadikan tempat tongkrongan para penulis KRD tersebut tak sekalipun digrebek Polisi selama hampir dua tahun. (Hs)
Komentar
Posting Komentar